Manfaat Musik

Menikmati musik memang kegiatan yang paling mengenakkan dan mengasyikkan. Tapi, selidik punya selidik, ternyata musik mempunyai banyak manfaat yang kadang kita tidak bisa kira. Apa saja manfaat itu, kita simak saja di bawah ini:

Effect Mozzart
Adalah salah satu istilah untuk efek yang bisa dihasilkan sebuah musik yang dapat meningkatkan intelegensia seseorang. Sudah terbukti bahwa bila seorang anak sudah sedini mungkin diperkenalkan dengan musik, maka tingkat intelegensianya pun rata-rata akan lebih tinggi dibanding dengan anak yang dibesarkan tanpa diperkenalkan pada musik. Dengan cara tertentu otakpun akan di-stimulasi untuk “belajar” segala sesuatu lewat nada-nada musik. Oh iyah, musik-musik yang ber-iramakan klasik juga bagus sekali manfaatnya buat ibu hamil dan si bayi. Yaitu bisa mencerdaskan bayi dan juga bisa memberi ketenangan yang tentram buat ibu yang mengandung.

Refreshing
Kadang saat pikiran lagi bosan [istilah gaulnya, bete] dan buntu tidak tau apa yang harus dilakukan, dengan mendengarkan musik walaupun sejenak segala pikiran kitapun bisa kembali fresh/segar. Hasilnya, kita bersemangat kembali mengerjakan sesuatu yang tertunda [kayak judulnya lagu Padi aja]. Jadi, secara langsung musik bisa “memandikan” pikiran kita yang lagi ruwet.

Mungkin mendengarkan musik banyak tidak dianggap penting saat bekerja, ada beberapa hal yang tidak cocok untuk mendengarkan musik saat bekerja:

  • Pekerjaan adalah pelayanan yang butuh interaksi langsung ke orang lain.
  • Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mendengarkan hal lain selain musik.
  • dan Mungkin masih banyak lagi.

Tetapi banyak pekerjaan yang sangat terbantu dengan mendengarkan musik, misal: Seorang programmer yang sedang membuat sebuah program (tergantung si programer tersebut suka atau enggak dengar musik), contoh lainnya saat operasi seorang pasien para dokter membunyikan alat untuk membunyikan musik agar tim dokter dan pasien tenang dalam proses operasi.

Tapi semuanya tergantung dari masing-masing orang, apakah dia suka atau tidak mendengarkan musik saat bekerja.

Setelah menyempatkan diri beli gitar akustik mulailah punya kegiatan main musik, meski hanya bermain gitar tapi lumayan bisa menghibur, apalagi belinya didukung ama istri tercinta.

Senang rasanya, dan ini merupakan pembangkit semangat dan sebagai penghilang rasa bosan karena sibuk kerja selama 6 hari dalam seminggu.

Gitar baru semangat baru...

Di rumah, orang tua bisa melakukan terapi musik semenjak anak masih dalam kandungan. Di sini, terdapat koleksi panduan lagu dan gubahan pilihan sesuai usia dan manfaatnya, seperti dijelaskan pakar terapi musik Dra. Hj. Iesye Widodo, Psi.


No.
Siklus Hidup
Kondisi
Komposisi Musik
Komponis
Manfaat
1.
Masa kehamilan 1-3 Bulan

Normal

Cassation

W.A. Mozart

Bisa membuat ibu hamil relaks, tenang, dan stresnya hilang. Ibu bisa mengatasi aneka gangguan saat hamil seperti mual-mual, hingga membuat ibu stres. Dengan musik ini bisa membuat ibu menjalani kehamilannya dengan aman dan tenang. Indra pendengaran bayi usia ini belum berfungsi.

Prelude to Rosamunde Franz Schubert Idem
Stres La Mer Claude Debussy Dampak buat ibu, menenangkan pikiran, meredakan ketegangan-ketegangan otot dan tubuh. Jika ibu diterapi secara rutin dan teratur stresnya lambat laun akan hilang.

Symphoni No. 4 Felix Mandelsohn Idem
2
Janin usia 3-6 Bulan
Normal -Konser piano C Mayor KV 467: Andante -Konser PIano No. 21 -Konser Seruling G. Dur.KV.313 Allegro;Andante;Rondo -Kuartet Seruling No. 1, 2, 3, & 4 KV 285

W.A. Mozart

W.A. Mozart

W.A. Mozart

Musik Mozart yang ringan, aktif dan segar merupakan camilan sehat buat si janin. Irama, melodi dan frekuensi-frekuensi tinggi pada musik Mozart merangsang dan memberi daya kepada daerah-daerah kreatif dan motivatif otak anak. Nantinya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang inovatif dan kreatif. Ia mampu menciptakan ide-ide dan inovasi baru.


Streaming Radio Rajawali - Lampung

Followers


 

CopyRight 2008 | By Anangss - Nanang Suryana